Alasan Mengapa Saya Tidak Punya Banyak Teman
Halo semuanya, jadi saya ingin share pengalaman saya mengenai alasan kenapa saya tidak memiliki banyak teman. Sebenarnya ini tergantung dari bagaimana cara kalian mendefinisikan apa itu teman. Di sini saya membaginya menjadi:
- Teman hanya sekedar kenal
- Teman dengan interaksi yang lebih intens
- Teman dekat
- Orang kepercayaan
- Sahabat
Dari daftar tersebut terlihat jelas urutan dari segi interaksi dan kepercayaan.
Teman yang sekedar kenal hanyalah sekedar kenal, seperti mengetahui eksistensi mereka seperti namanya siapa dan siapa yang sering berelasi dengannya.
Untuk teman dengan interaksi yang lebih intens itu berarti mereka sering berinteraksi dengan saya di saat tertentu seperti jika saya atau mereka butuh bantuan atau sekedar sharing informasi. Kadang saya menyebutnya rekan.
Untuk teman dekat, mereka biasanya lebih dapat bisa diajak berdiskusi atau berbagi informasi. Untuk mendapatkan kategori ini, mereka biasanya akan lebih sering berinteraksi dengan saya seperti diskusi mengenai hal formal atau informal.
Selanjutnya untuk orang kepercayaan ini seperti namanya, mereka akan lebih dapat dipercaya jika mereka diberi kepercayaan untuk menjaga sesuatu atau diberi amanah, dan tidak akan membocorkanya atau merusak rencananya meskipun hanya sekedar bercanda atau alasan lainnya. Sekalinya itu merusak kepercayaan atau berkhianat mereka akan sulit sekali diberi kepercayaan.
Untuk sahabat, ini adalah teman akrab yang memiliki ikatan emosional kuat, dibangun di atas dasar saling percaya, dukungan, kejujuran, dan kesetiaan, sering dianggap sebagai "keluarga pilihan" (alternatif) yang menemani di segala suka dan duka, memberikan dukungan moral, serta menjadi tempat berbagi tanpa menghakimi atau mendorong pada hal negatif. Saya memiliki sangat sedikit teman dalam kategori ini.
Dari definisi sebelumnya sudah saya beri tahu pembagian teman menurut definisi saya sendiri. Meskipun saya bisa berteman kepada siapa saja apapun latar belakang mereka, namun saya selektif dalam hal mengelompokkan mereka ke dalam beberapa kategori tersebut, karena saya pernah mengalami trauma ketika teman dekat saya menunjukkan sifat penghianatan atau acuh tak acuh kepada saya. Itulah hal yang memberikan saya pelajaran hidup yang berharga. Karna teman terdekat yang memiliki relasi yang telah dibangun bertahun-tahun sekalipun juga bisa berkhianat. Ada baiknya kita waspada.
Jadi kesimpulannya bukan berarti saya tidak punya banyak teman, tapi saya memiliki sedikit orang yang dapat dikategorikan sebagai orang dengan relasi paling dekat atau dapat dipercaya, yang mana mereka saya izinkan untuk mengakses hal yang tidak dapat orang lain peroleh dari saya.
Prinsipku begini, siapa saja bisa menjadi teman, namun tidak semuanya bisa menjadi sahabat.
Terima kasih yang sudah membaca sampai selesai.