Ketika Saya Diabaikan Oleh "Teman" Sendiri
Masa muda tentunya masa di mana kita sedang naik-naiknya semangat untuk mencari jati diri bagi mereka para kaum muda. Salah satu untuk melampiaskannya adalah melakukan eksplorasi atau traveling. Dengan traveling atau long travel, kalian bisa dengan mudah untuk mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah anda coba sebelumnya di tempat yang baru anda kunjungi. Kesempatan itu tidak datang 2 kali. Saat masa itu pergi maka kita akan kehilangan itu selamanya atau memiliki perasaan yang berbeda setelah kita berkeluarga. Itu sebabnya melakukan traveling atau penjelajahan sangat seru jika dilakukan bersama teman. Itulah yang saya rasakan saat ini.
Namun di sisi lain ada hal yang saya kurang suka, yaitu mereka sering kali pergi tanpa saya. Pernah suatu hari kira-kira Oktober 2024 kalau tidak salah, ada program study tour ke Malaysia yang diselenggarakan oleh kampus saya. Saat itu saya tidak menyadari adanya program tersebut dan baru mengetahuinya setelah mereka berfoto-foto mengenai agenda tersebut dan ternyata rumornya itu dapat diikuti oleh siapa saja. Dan hal yang paling saya tidak sukai adalah mereka menyimpan informasi mengenai program tersebut hanya kepada kelompok mereka saja.
Aku jadi ingin menulis ini karena di tahun 2025 saya diingatkan lagi mengenai kejadian itu oleh teman saya ketika sedang berbincang di kantin kampus. Saat itu dia juga mengeluhkan hal yang sama yaitu masalah informasi yang tidak sampai kepadanya mengenai program tersebut. Akhirnya saya jadi nostalgia karna itu.
Di kondisi lain juga, saya sering kali melihat teman saya melakukan travel ke pantai, ke objek wisata, atau sebagainya secara tiba-tiba dengan memamerkannya di Instagram mereka secara beramai-ramai. Ini memberikan sinyal kuat bahwa saya tidak memiliki nilai tawar yang kuat sehingga mereka tidak memasukkannya ke dalam prioritas dan lebih memilik kelompok mereka sendiri. Terlebih lagi memang saya akui bahwa saya tidak memiliki perkumpulan atau sirkel karena saya memang lebih cocok ke non-blok.
Ya, intinya saya juga ingin sekali bisa traveling bersama teman sendiri seperti mereka sebelum berakhirnya masa muda dan tidak bisa kembali ke era itu lagi selamanya.
